Senin, 18 Februari 2013

Jurassic Park 4


Penggemar film yang bertemakan Dinosaurus terutama para penggemar Jurassic Park tampaknya akan tersenyum lebar ketika film Jurassic Park 4 akan segera dirilis karena Universal Pictures sudah memastikan film tersebut tidak akan tamat hanya sampai pada seri ketiganya.
Tapi jangan senang dulu. Simpan baik-baik senyuman anda sampai filmnya benar-benar rilis. Dan perilisan film tersebut akan dilakukan pada tanggal 13 Juni. Bukan tahun ini, tapi tahun 2014.
Pengumuman rilis tersebut memang masih lama. Tapi setidaknya sudah memberikan ancang-ancang dini pada para penggemar Jurassic Park agar mempersiapkan diri untuk menyambut para Dinosaurus yang akan kembali hadir di layar lebar.
Akun Twitter resmi milik Universal Pictures lah yang sudah mengumumkan rencana perilisan film tersebut. Tak hanya sekedar memposting pengumuman saja, mereka juga mengajak para pecinta Jurassic Park untuk ikut serta dalam mengirimkan adegan atau alur cerita yang nantinya bisa dimasukan kedalam film tersebut.
Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi tentang siapa yang akan memerankan film tersebut dan siapakah sutradaranya. Namun yang pasti, Steven Spielberg lah yang akan bertindak sebagai produser.
Film terakhir Jurassic Park adalah ketika film ini disutradarai oleh Joe Johnston di tahun 2001 dan saat itu film ini sungguh sangat menjadi idaman baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Tak ayal jika film tersebut sangat laris di pasar perfilman dunia.
Dan kini Spielberg bersama Kethleen kennedy sedang menggarap dan berusaha mengulangi kesuksesan di tahun 2001 tersebut sambil berharap  film tersebut tidak akan mengecewakan para pecinta Jurassic Park yang sudah menunggu lama.

“Kami mencoba menawarkan alur cerita yang benar-benar masuk akal dan berharap tak membuat orang-orang kecewa.”

Sabtu, 09 Februari 2013

Pembuat Peta Terlengkap yang sebenarnya


Piri Reis
Dan tahukah Anda untuk pertama kalinya peta dunia terlengkap dibuat oleh Laksamana Piri Reis dari armada perang Kekalifahan Turki Usmani (Kerajaan Ottoman) pada tahun 1513.
Kisah peta Piri Reis berawal dari sebuah sudut ruangan di Istana Topkapi, Istanbul, Turki. Pada tahun 1929 secara tidak sengaja ditemukan sebuah mahakarya yang dituangkan dalam selembar kulit rusa berukuran 90 x 65 cm. Sebuah peta yang mencengangkan dunia kartografi modern. Peta kuno ini telah mengundang decak kagum para peneliti dan sejarawan modern. Betapa tidak, peta tersebut benar-benar digambarkan dengan lengkap dan cukup detail. Bahkan hasil perbandingan pemotretan dengan satelit pun memiliki bentuk yang sangat mirip.
Analisis karbon menunjukkan peta ini benar-benar dibuat tahun 1513 oleh seorang admiral Turki bernama Piri Reis. Lalu siapakah sebenarnya Piri Reis itu?
Piri Reis lahir di Gallipoli, daerah Pantai Aegea, Turki. Ia hidup antara tahun 877-961 Hijriah atau 1465-1554 Masehi, dengan nama lengkap Hadji Muhiddin Piri Ibnu Hadji Mehmet. Piri kecil menghabiskan masa kanak-kanaknya hingga remaja bersama pamannya Kemal Reis, seorang pelaut terkenal di masa Kekalifahan Turki Utsmani. Pamannyalah yang mendorong Piri mencintai laut, pelayaran dan kartografi (ilmu pembuatan peta).
Akhirnya, Piri Reis memantapkan tekadnya untuk mengikuti jejak sang paman menjadi pelaut, navigator dan kartografer terkemuka di abad 16 dan dipercaya sebagai laksamana armada perang Kerajaan Ottoman di masa Raja Sulaeman II. Laksamana Piri Reis dikenal dunia karena mewariskan peta dunia pertama yang paling lengkap, yang sekaligus meninggalkan banyak misteri yang belum terpecahkan hingga sekarang.
Bagaimana Piri Reis menggambar peta dunia dengan sangat akurat, masih menjadi bagian dari teka-teki di abad ini. Namun, Piri Reis mengakui peta tersebut dibuat secara manual dengan menggabungkan dan menyamakan skala beberapa peta di seluruh dunia yang ada pada saat itu ditambah rekaman perjalanan Piri sendiri ke beberapa tempat di dunia dalam rangka mengemban tugasnya sebagai laksamana armada perang Kerajaan Turki Utsmani. Ia menyebutkan menggunakan 34 sumber yang berbeda, antara lain sebanyak 20 peta berasal dari zaman Iskandar yang Agung (Alexander the Great), 8 peta karya ahli geografi Muslim, 4 peta Portugis dan 1 peta hasil karya Columbus.
Pada tahun 1513, peta-peta itu kemudian diringkas menjadi satu peta dunia versi Piri Reis. ”Di abad ini (saat Piri hidup), tak ada peta seperti peta ini sebelumnya, dibuat dengan cara menggabungkan keseluruhan peta menjadi satu skala. Saling melengkapi dan saling mengkoreksi satu sama lain. Maka hadirlah peta yang benar dan yang dapat dipercaya,” demikian pengakuan Piri Reis.
Selain handal membuat peta, Piri Reis juga menulis sebuah buku navigasi, Kitab-i Bahriye (Book of Navigation) yang mulai ditulisnya tahun 1511 sepeninggal pamannya Kemal Reis. Kitab-i Bahriye adalah salah satu buku navigasi paling terkenal sebelum zaman modern. Buku ini berisi informasi rinci mengenai pelabuhan-pelabuhan penting dunia, teluk, gua, tanjung, pulau, selat dan lokasi ideal untuk perlindungan di Laut Tengah, juga teknik-teknik navigasi, dan astronomi kelautan.
Kitab yang dibuat antara 1511 hingga 1521 ini beberapa kali direvisi. Sejumlah informasi ditambahkan pada buku ini, seperti jenis-jenis badai, teknik menggunakan kompas, tabel dan peta, rincian garis pantai dan pelabuhan, metode menemukan arah menggunakan bintang, karakteristik utama samudra dan pulau-pulau di sekitarnya. Hasil karya Piri yang satu ini banyak menyumbang pada penjelajahan yang dilakukan Christopher Columbus, Vasco da Gama dan pelaut lainnya dalam mencari jalan ke India dan Asia lainnya.
Pada 1524 dan 1525 Kitab-i Bahriye oleh Piri Reis dipersembahkan sebagai hadiah kepada sang penguasa Kekaisaran Ottoman saat itu, Sultan Sulaiman II yang berjuluk Sulaiman AlQanun. Salinan Kitab-i Bahriye kini tersimpan di banyak perpustakaan dan museum di seluruh dunia.
Kontroversi
Sejak pertama kalinya ditemukan, peta Piri Reis telah mengundang banyak kontroversi karena keakuratan datanya, dan yang menakjubkan adalah mampu memetakan kawasan-kawasan asing dan misterius di masanya.
Potongan yang tersisa dari peta dunia ini secara umum menggambarkan Pantai Barat Afrika, Pantai Timur Amerika Selatan dan garis pantai utara Antartika dengan tingkat detail yang tinggi, bahkan Piri pun menambahkan ekologi dan kebudayaan pada tempat-tempat tersebut.
Beberapa fakta yang cukup mengejutkan dari peta Piri Reis di antaranya:
-Perbandingan jarak antara Pantai Timur Amerika Selatan dan Pantai Barat Afrika pada peta sama dengan peta modern saat ini.
-Benua Antartika yang baru ditemukan pada tahun 1818 dan baru dieksplorasi di abad ke-20, telah berhasil digambarkan pada peta Piri, 300 tahun sebelum ditemukan, bahkan digambarkan sebagai ”daratan yang memiliki tumbuhan.”
-Pada peta itu pula digambarkan Pulau Aegea masih di berada atas permukaan laut. Hal ini bertentangan dengan pendapat para ahli bahwa Pulau Aegea berada di bawah permukaan air sejak akhir zaman es, 4000 tahun SM.
-Greenland digambarkan sebagai dua pulau yang berbeda.
-Di peta itu, Selat Behring menunjukkan hubungan antara Asia dan Amerika.
-Ada glasier besar menutupi Inggris dan Skotlandia.
-Delta sungai tampak lebih pendek.
Dengan fakta-fakta yang mencengangkan itu berbagai teori pun bermunculan. Banyak kalangan beranggapan peta Piri Reis dibuat oleh kebudayaan yang jauh lebih maju, kebudayaan Benua Atlantis misalnya, bahkan ada yang mengaitkan peta Piri Reis dengan keberadaan UFO atau alien. (dari berbagai sumber)

Jumat, 08 Februari 2013

Penemu Benua Amerika Sebenarnya bukan Colombus


Fakta yang telah dijadikan rahasia oleh bangsa barat :
Christopher Columbus menyebut Amerika sebagai 'The New World' ketika pertama kali menginjakkan kakinya di benua itu pada 21 Oktober 1492.

Namun, bagi umat Islam di era keemasan, Amerika bukanlah sebuah 'Dunia Baru'. Sebab, 603 tahun sebelum penjelajah Spanyol itu menemukan benua itu, para penjelajah Muslim dari Afrika Barat telah membangun peradaban di Amerika.

Klaim sejarah Barat yang menyatakan Columbus sebagai penemu benua Amerika akhirnya terpatahkan. Sederet sejarawan menemukan fakta bahwa para penjelajah Muslim telah menginjakkan kaki dan menyebarkan Islam di benua itu lebih dari setengah milenium sebelum Columbus.
Secara historis umat Islam telah memberi kontribusi dalam ilmu pengetahuan, seni, serta kemanusiaan di benua Amerika.

''Tak perlu diragukan lagi, secara historis kaum Muslimin telah memberi pengaruh dalam evolusi masyarakat Amerika beberapa abad sebelum Christopher Columbus menemukannya,'' tutur Fareed H Numan dalam American Muslim History A Chronological Observation. Sejarah mencatat Muslim dari Afrika telah menjalin hubungan dengan penduduk asli benua Amerika, jauh sebelum Columbus tiba.

Jika Anda mengunjungi Washington DC, datanglah ke Perpustakaan Kongres (Library of Congress). Lantas, mintalah arsip perjanjian pemerintah Amerika Serikat dengan suku Cherokee, salah satu suku Indian, tahun 1787. Di sana akan ditemukan tanda tangan Kepala Suku Cherokee saat itu, bernama AbdeKhak dan Muhammad Ibnu Abdullah.

Isi perjanjian itu antara lain adalah hak suku Cherokee untuk melangsungkan keberadaannya dalam perdagangan, perkapalan, dan bentuk pemerintahan suku cherokee yang saat itu berdasarkan hukum Islam.

Lebih lanjut, akan ditemukan kebiasaan berpakaian suku Cherokee yang menutup aurat sedangkan kaum laki-lakinya memakai turban (surban) dan terusan hingga sebatas lutut.

Cara berpakaian ini dapat ditemukan dalam foto atau lukisan suku cherokee yang diambil gambarnya sebelum tahun 1832. Kepala suku terakhir Cherokee sebelum akhirnya benar-benar punah dari daratan Amerika adalah seorang Muslim bernama Ramadan Ibnu Wati.

Berbicara tentang suku Cherokee, tidak bisa lepas dari Sequoyah. Ia adalah orang asli suku cherokee yang berpendidikan dan menghidupkan kembali Syllabary suku mereka pada 1821. Syllabary adalah semacam aksara. Jika kita sekarang mengenal abjad A sampai Z, maka suku Cherokee memiliki aksara sendiri.

Yang membuatnya sangat luar biasa adalah aksara yang dihidupkan kembali oleh Sequoyah ini mirip sekali dengan aksara Arab. Bahkan, beberapa tulisan masyarakat cherokee abad ke-7 yang ditemukan terpahat pada bebatuan di Nevada sangat mirip dengan kata ”Muhammad” dalam bahasa Arab.

Nama-nama suku Indian dan kepala sukunya yang berasal dari bahasa Arab tidak hanya ditemukan pada suku Cherokee (Shar-kee), tapi juga Anasazi, Apache, Arawak, Arikana, Chavin Cree, Makkah, Hohokam, Hupa, Hopi, Mahigan, Mohawk, Nazca, Zulu, dan Zuni.

Bahkan, beberapa kepala suku Indian juga mengenakan tutp kepala khas orang Islam. Mereka adalah Kepala Suku Chippewa, Creek, Iowa, Kansas, Miami, Potawatomi, Sauk, Fox, Seminole, Shawnee, Sioux, Winnebago, dan Yuchi. Hal ini ditunjukkan pada foto-foto tahun 1835 dan 1870.

Secara umum, suku-suku Indian di Amerika juga percaya adanya Tuhan yang menguasai alam semesta. Tuhan itu tidak teraba oleh panca indera. Mereka juga meyakini, tugas utama manusia yang diciptakan Tuhan adalah untuk memuja dan menyembah-Nya.

Seperti penuturan seorang Kepala Suku Ohiyesa : ”In the life of the Indian, there was only inevitable duty-the duty of prayer-the daily recognition of the Unseen and the Eternal”. Bukankah Al-Qur’an juga memberitakan bahwa tujuan penciptaan manusia dan jin semata-mata untuk beribadah pada Allah

Bagaimana bisa Kepala suku Indian Cheeroke itu muslim?
Sejarahnya panjang, Semangat orang-orang Islam dan Cina saat itu untuk mengenal lebih jauh planet (tentunya saat itu nama planet belum terdengar) tempat tinggalnya selain untuk melebarkan pengaruh, mencari jalur perdagangan baru dan tentu saja memperluas dakwah Islam mendorong beberapa pemberani di antara mereka untuk melintasi area yang masih dianggap gelap dalam peta-peta mereka saat itu.

Beberapa nama tetap begitu kesohor sampai saat ini bahkan hampir semua orang pernah mendengarnya sebut saja Tjeng Ho dan Ibnu Batutta, namun beberapa lagi hampir-hampir tidak terdengar dan hanya tercatat pada buku-buku akademis.

Para ahli geografi dan intelektual dari kalangan muslim yang mencatat perjalanan ke benua Amerika itu adalah Abul-Hassan Ali Ibn Al Hussain Al Masudi (meninggal tahun 957), Al Idrisi (meninggal tahun 1166), Chihab Addin Abul Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 – 1384) dan Ibn Battuta (meninggal tahun 1369).

Menurut catatan ahli sejarah dan ahli geografi muslim Al Masudi (871 – 957), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad seorang navigator muslim dari Cordoba di Andalusia, telah sampai ke benua Amerika pada tahun 889 Masehi.

Dalam bukunya, ‘Muruj Adh-dhahab wa Maadin al-Jawhar’ (The Meadows of Gold and Quarries of Jewels), Al Masudi melaporkan bahwa semasa pemerintahan Khalifah Spanyol Abdullah Ibn Muhammad (888 – 912), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad berlayar dari Delba (Palos) pada tahun 889, menyeberangi Lautan Atlantik, hingga mencapai wilayah yang belum dikenal yang disebutnya Ard Majhoola, dan kemudian kembali dengan membawa berbagai harta yang menakjubkan.

Sesudah itu banyak pelayaran yang dilakukan mengunjungi daratan di seberang Lautan Atlantik, yang gelap dan berkabut itu. Al Masudi juga menulis buku ‘Akhbar Az Zaman’ yang memuat bahan-bahan sejarah dari pengembaraan para pedagang ke Afrika dan Asia.

Dr. Youssef Mroueh juga menulis bahwa selama pemerintahan Khalifah Abdul Rahman III (tahun 929-961) dari dinasti Umayah, tercatat adanya orang-orang Islam dari Afrika yang berlayar juga dari pelabuhan Delba (Palos) di Spanyol ke barat menuju ke lautan lepas yang gelap dan berkabut, Lautan Atlantik. Mereka berhasil kembali dengan membawa barang-barang bernilai yang diperolehnya dari tanah yang asing.

Beliau juga menuliskan menurut catatan ahli sejarah Abu Bakr Ibn Umar Al-Gutiyya bahwa pada masa pemerintahan Khalifah Spanyol, Hisham II (976-1009) seorang navigator dari Granada bernama Ibn Farrukh tercatat meninggalkan pelabuhan Kadesh pada bulan Februari tahun 999 melintasi Lautan Atlantik dan mendarat di Gando (Kepulaun Canary).

Ibn Farrukh berkunjung kepada Raja Guanariga dan kemudian melanjutkan ke barat hingga melihat dua pulau dan menamakannya Capraria dan Pluitana. Ibn Farrukh kembali ke Spanyol pada bulan Mei 999.

Perlayaran melintasi Lautan Atlantik dari Maroko dicatat juga oleh penjelajah laut Shaikh Zayn-eddin Ali bin Fadhel Al-Mazandarani. Kapalnya berlepas dari Tarfay di Maroko pada zaman Sultan Abu-Yacoub Sidi Youssef (1286 – 1307) raja keenam dalam dinasti Marinid.

Kapalnya mendarat di pulau Green di Laut Karibia pada tahun 1291. Menurut Dr. Morueh, catatan perjalanan ini banyak dijadikan referensi oleh ilmuwan Islam.

Sultan-sultan dari kerajaan Mali di Afrika barat yang beribukota di Timbuktu, ternyata juga melakukan perjalanan sendiri hingga ke benua Amerika. Sejarawan Chihab Addin Abul-Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 – 1384) memerinci eksplorasi geografi ini dengan seksama.

Timbuktu yang kini dilupakan orang, dahulunya merupakan pusat peradaban, perpustakaan dan keilmuan yang maju di Afrika. Ekpedisi perjalanan darat dan laut banyak dilakukan orang menuju Timbuktu atau berawal dari Timbuktu.

Sultan yang tercatat melanglang buana hingga ke benua baru saat itu adalah Sultan Abu Bakari I (1285 – 1312), saudara dari Sultan Mansa Kankan Musa (1312 – 1337), yang telah melakukan dua kali ekspedisi melintas Lautan Atlantik hingga ke Amerika dan bahkan menyusuri sungai Mississippi.

Sultan Abu Bakari I melakukan eksplorasi di Amerika tengah dan utara dengan menyusuri sungai Mississippi antara tahun 1309-1312. Para eksplorer ini berbahasa Arab.

Dua abad kemudian, penemuan benua Amerika diabadikan dalam peta berwarna Piri Re’isi yang dibuat tahun 1513, dan dipersembahkan kepada raja Ottoman Sultan Selim I tahun 1517. Peta ini menunjukkan belahan bumi bagian barat, Amerika selatan dan bahkan benua Antartika, dengan penggambaran pesisiran Brasil secara cukup akurat.

Pengaruh Islam di Benua Amerika
Sekali-kali cobalah Anda membuka peta Amerika. Telitilah nama tempat yang ada di Negeri Paman Sam itu. Sebagai umat Islam, pastilah Anda akan dibuat terkejut. Apa pasal? Ternyata begitu banyak nama tempat dan kota yang menggunakan kata-kata yang berakar dan berasal dari bahasa umat Islam, yakni bahasa Arab.

Tak percaya? Cobalah wilayah Los Angeles. Di daerah itu ternyata terdapat nama-nama kawasan yang berasal dari pengaruh umat Islam. Sebut saja, ada kawasan bernama Alhambra. Bukankah Alhambra adalah nama istana yang dibangun peradaban Islam di Cordoba?

Selain itu juga ada nama teluk yang dinamai El Morro serta Alamitos. Tak cuma itu, ada pula nama tempat seperti; Andalusia, Attilla, Alla, Aladdin, Albany, Alcazar, Alameda, Alomar, Almansor, Almar, Alva, Amber, Azure, dan La Habra.

Setelah itu, mari kita bergeser ke bagian tengah Amerika. Mulai dari selatan hingga Illinois juga terdapat nama-nama kota yang bernuansa Islami seperti; Albany, Andalusia, Attalla, Lebanon, dan Tullahoma. Malah, di negara bagian Washington terdapat nama kota Salem.

Pengaruh Islam lainnya pada penamaan tempat atau wilayah di Amerika juga sangat kental terasa pada penamaan Karibia (berasal dari bahasa Arab). Di kawasan Amerika Tengah, misalnya, terdapat nama wilayah Jamaika dan Kuba. Muncul pertanyaan, apakah nama Kuba itu berawal dan berakar dari kata Quba - masjid pertama yang dibangun Rasulullah adalah Masjid Quba. Negara Kuba beribu kota La Habana (Havana).

Di benua Amerika pun terdapat sederet nama pula yang berakar dari bahasa Peradaban Islam seperti pulau Grenada, Barbados, Bahama, serta Nassau. Di kawasan Amerika Selatan terdapat nama kota-kota Cordoba (di Argentina), Alcantara (di Brazil), Bahia (di Brazil dan Argentina). Ada pula nama pegunungan Absarooka yang terletak di pantai barat.

Menurut Dr A Zahoor, nama negara bagian seperti Alabama berasal dari kata Allah bamya. Sedangkan Arkansas berasal dari kata Arkan-Sah. Sedangkan Tennesse dari kata Tanasuh. Selain itu, ada pula nama tempat di Amerika yang menggunakan nama-nama kota suci Islam, seperti Mecca di Indiana, Medina di Idaho, Medina di New York, Medina dan Hazen di North Dakota, Medina di Ohio, Medina di Tennessee, serta Medina di Texas. Begitulah peradaban Islam turut mewarnai di benua Amerika.

Fakta Eksistensi Islam di Amerika
Tahun 999 M: Sejarawan Muslim Abu Bakar Ibnu Umar Al-Guttiya mengisahkan pada masa kekuasaan Khalifah Muslm Spanyol bernama Hisham II (976 M -1009 M), seorang navigator Muslim bernama Ibnu Farrukh telah berlayar dari Kadesh pada bulan Februari 999 M menuju Atlantik. Dia berlabuh di Gando atau Kepulauan Canary Raya. Ibnu Farrukh mengunjungi Raja Guanariga. Sang penjelajah Muslim itu memberi nama dua pulau yakni Capraria dan Pluitana. Ibnu Farrukh kembali ke Spanyol pada Mei 999 M.

Tahun 1178 M: Sebuah dokumen Cina yang bernama Dokumen Sung mencatat perjalanan pelaut Muslim ke sebuah wilayah bernama Mu-Lan-Pi (Amerika). Tahun 1310 M: Abu Bakari seorang raja Muslim dari Kerajaan Mali melakukan serangkaian perjalanan ke negara baru. Tahun 1312 M: Seorang Muslim dari Afrika (Mandiga) tiba di Teluk Meksiko untuk mengeksplorasi Amerika menggunakan Sungai Mississipi sebagai jalur utama perjalanannya.

Tahun 1530 M: Budak dari Afrika tiba di Amerika. Selama masa perbudakan lebih dari 10 juta orang Afrika dijual ke Amerika. Kebanyakan budak itu berasal dari Fulas, Fula Jallon, Fula Toro, dan Massiona - kawasan Asia Barat. 30 persen dari jumlah budak dari Afrika itu beragama Islam.

Tahun 1539 M: Estevanico of Azamor, seorang Muslim dari Maroko, mendarat di tanah Florida. Tak kurang dari dua negara bagian yakni Arizona dan New Mexico berutang pada Muslim dari Maroko ini. Tahun 1732 M: Ayyub bin Sulaiman Jallon, seorang budak Muslim di Maryland, dibebaskan oleh James Oglethorpe, pendiri Georgia. Tahun 1790 M: Bangsa Moor dari Spanyol dilaporkan sudah tinggal di South Carolina dan Florida.

Sequoyah, also known as George Gist Bukti lainnya adalah, Columbus sendiri mengetahui bahwa orang-orang Carib (Karibia) adalah pengikut Nabi Muhammad. Dia faham bahwa orang-orang Islam telah berada di sana terutama orang-orang dari Pantai Barat Afrika.

Mereka mendiami Karibia, Amerika Utara dan Selatan. Namun tidak seperti Columbus yang ingin menguasai dan memperbudak rakyat Amerika. Orang-Orang Islam datang untuk berdagang dan bahkan beberapa menikahi orang-orang pribumi.

Sejarawan Ivan Van Sertima dalam karyanya They Came Before Columbus membuktikan adanya kontak antara Muslim Afrika dengan orang Amerika asli. Dalam karyanya yang lain, African Presence in Early America, Van Sertima, menemukan fakta bahwa para pedagang Muslim dari Arab juga sangat aktif berniaga dengan masyarakat yang tinggal di Amerika.

Van Sertima juga menuturkan, saat menginjakkan kaki di benua Amerika, Columbus pun mengungkapkan kekagumannya kepada orang Karibian yang sudah beragama Islam. "Columbus juga tahun bahwa Muslim dari pantai Barat Afrika telah tinggal lebih dulu di Karibia, Amerika Tengah, Selatan, dan Utara," papar Van Sertima. Umat Islam yang awalnya berdagang telah membangun komunitas di wilayah itu dengan menikahi penduduk asli.

Menurut Van Sertima, Columbus pun mengaku melihat sebuah masjid saat berlayar melalui Gibara di Pantai Kuba. Selain itu, penjelajah berkebangsaan Spanyol itu juga telah menyaksikan bangunan masjid berdiri megah di Kuba, Meksiko, Texas, serta Nevada. Itulah bukti nyata bahwa Islam telah menyemai peradabannya di benua Amerika jauh sebelum Barat tiba.

Lebih lanjut Columbus mengakui pada 21 Oktober 1492 dalam pelayarannya antara Gibara dan Pantai Kuba melihat sebuah masjid (berdiri di atas bukit dengan indahnya menurut sumber tulisan lain). Sampai saat ini sisa-sisa reruntuhan masjid telah ditemukan di Kuba, Mexico, Texas dan Nevada.

Dan tahukah anda? 2 orang nahkoda kapal yang dipimpin oleh Columbus kapten kapal Pinta dan Nina adalah orang-orang muslim yaitu dua bersaudara Martin Alonso Pinzon dan Vicente Yanex Pinzon yang masih keluarga dari Sultan Maroko Abuzayan Muhammad III (1362). [THACHER,JOHN BOYD: Christopher Columbus, New York 1950]

Rabu, 06 Februari 2013

Pandangan dan persepsi tentang musik METAL

Begitu banyak kesalah pahaman pandangan dan persepsi orang tentang aliran musik metal, dan dengan hal ini saya akan memberi tahu anda bahwa betapa salahnya mereka menilai aliran musik keras ini.

berikut ini adalah 3 tentang metal beserta fakta yang sebenarnya ada.
1. pandangan yang salah tentang " Aliran Musik Heavy Metal "


Kebanyakan orang menganggap nama musik keras dan gitar yang sangat terdistorsi adalah " Heavy Metal ". Pada kenyataannya, Aliran metal memiliki ratusan subgenre dan " Heavy Metal " bahkan nyaris bukan salah satu dari sub-aliran tersebut. Band-band seperti : Cream, Led Zeppelin dan Black Sabbath membuka jalan bagi band-band metal dengan menciptakan suara yang unik. Tapi sementara band-band ini dapat disebut beraliran Heavy Metal, mayoritas menganggap sebagai non-metalheads, terutama orang-orang tua dan gadis remaja, merujuk kepada semua musik rock sebagai Heavy Metal. Hanya karena mereka tidak mengenal keragaman dalam genre musik.

2. Pandangan salah tentang Metal adalah Aliran Bar-bar

   yang saya maksud aliran bar-bar itu adalah bahwasannya musisi metal dijudge atau dituduh sebagai orang aneh yang tidak berpendidikan yang tidak bisa menyusun kalimat.
ini adalah pendapat umum : kebanyakan orang memandang lirik dan musik metal adalah sederhana dan terkesan bodoh.
Pada kenyataannya : musisi metal adalah termasuk musisi yang sangat cerdas. orang yang sangat fokus yang mampu menulis lirik dengan makna yang dalam dan musik. Sebagai contoh : Bathory band yang beraliran black metal banyak musik mereka dari komposer klasik. Dan lirik metal yang paling melek secara mengejutkan.

3. Pandangan salah tentang Metal adalah sebagai Aliran Anti-Agama
  disini metal dan semua alirannya dituduh sebagai aliran yang anti-agama.

Pada sebagian besar pendapat dari Non-Metalhead, band-band metal menganggap agama layak dibenci ( antipati pada agama ) tapi itu bukan kasus yang terjadi pada aliran metal.
Dalam kebanyakan kasus, metal TIDAK ANTI AGAMA secara umum, tetapi sering melawan ke kristenan atau bentuk ke kristenan. Namun, banyak juga seniman metal yang RELIGIUS, seperti band Metalcore Amerika : As I Lay Dying, atau David Dramian dari disturbed.

David Dramian


                                                                       As I Lay Dying


3. Pandangan salah tentang Metal adalah sebagai Pemuja Setan
   pandangan salahnya : metal mempromosikan Satanisme


Genre musik yang mempunyai banyak fitur tema dan citra setan disebut Black Metal, yang berasal dari Venom's Thrash album : Black Metal. Meskipun beberapa dari Death Metal dan Thrash Metal, seperti Slayer, Cannibal Corpse dan Morbid Angel menggunakan fitur Satanisme, naum sangat sedikit musisi Black Metal yang benar-benar memiliki keyakinan kepada setan, dan orang-orang cenderung untuk mencoba tidak mempromosikannya.,

Selasa, 05 Februari 2013

HAARP



(High Frequency Active Auroral Research Program)





Apa itu HAARP?

HAARP adalah project investigasi yang bertujuan untuk "memahami, menstimulasi,dan mengontrol proses ionospheric yang dapat mengubah kinerja komunikasi dan menggunakan sistem surveilans". Dimulai pada tahun 1992, project ditargetkan selesai dalam 20 tahun kedepan (selesai tahun 2012).

Bagian - bagian HAARP

Siapa yang menggunakan HAARP?







Project ini dikerjakan bersama oleh US Air Force, US Navy Force, dan University of Alaska.




Penjelasan







Dikatakan bahwa proyek ini mirip dengan beberapa pemanas ionospheric yang tersebar di seluruh dunia dan memiliki bagian besar diagnostik instrumen yang memfasilitasi penggunaannya untuk meningkatkan pemahaman ilmiah yg berkenaan dgn ionosfir dinamika.Walaupun ditakutkan akan digunakan sebagai senjata pemusnah massal, ilmuwan yang terlibat dalam aeronomy, ruang sains, atau fisika plasma mengabaikan ketakutan ini sebagai teori yang tak berdasar.



Antena" HAARP di alaska

Ionosphere itu apa ya?







Ionosphere adalah bagian teratas dan terpenting dalam atmosfer bumi kita. Ionosphere sangat penting karena dia menyaring radiasi chaya matahari agar tidak langsung jatuh ke bumi. Ionosphere berperan dalam mengatur kadar kelistrikan dalam atmosfer dan membentuk inti dari tepi magnetosphere. Ionosphere juga memiliki kegunaan lain bagi manusia, yaitu mempengaruhi gelombang penyiaran radio jauh dari tempat² yang ada di Bumi.

Dimanakah HAARP Berada?







HAARP terletak di Alaska, Amerika Serikat. Lebih tepatnya lagi HAARP berada di Gakona, Alaska (latitude:62.39,longitude:145,15) yang terletak di barat Taman Nasional Wrangell-Saint Elias . Dampak lingkungan yang disebabkan HAARP memicu pernyataan izin untuk array hingga 180 antena yang akan didirikan. HAARP telah dibangun sebelumnya di situs instalasi radar yang bernama over-the-horizon.


HAARP dialaska


Apa Sih Fungsi HAARP?







Tujuan dari program ini adalah untuk lebih maju dalam mempelajari properti fisik dan elektrik bumi yang kedepannya dapat digunakan dalam memudahkan komunikasi militer. Tapi selain itu, HAARP juga dapat mengatur cuaca melalui ionosphere, seperti membuat hujan, badai, tsunami, dan masih banyak yang belum diketahui...



HAARP mengubah cuaca


Terus Apa Salahnya?
HAARP itu bekerja dengan memanaskan ionosphere yang ada di langit sehingga dapat memanipulasi keadaan langit disekitarnya. Dengan kelebihan tersebut, HAARP digunakan sebagai kebutuhan militer.


Bahaya HAARP







Dapat Mengatur Cuaca


Kok Bisa? Caranya dengan menentukan satu titik lokasi ionosphere yang akan dipanaskan, lalu tekanan yang berada di atmosfer juga akan naik. Maka tekanan yang terbentuk dikumpulkan di satu titik dan terbentuklah manipulasi jetstream (arus jet). Tapi HAARP belum sempurna dan masih dalam tahap pengetesan (di seluruh dunia). Dicurigakan HAARP sudah dalam tahap beta pada tahun 2004, ini terbukti ketika batasan badai tornado yang terjadi dalam satu tahun dilanggar oleh alam. Jika satu tahun batas maksimal badai hanya terjadi 4 kali, tahun 2004 terjadi sebanyak 6 kali.




Statistik keadaan udara di alaska (2005) setelah HAARP dicurigai








Dapat Melindungi Dari Bahaya Nuklir


Teknologi HAARP dapat mendeteksi benda frekuensi sinyal rendah seperti pesawat dan missile melalui udara, sehingga membuat teknologi lainnya kalah canggih. HARP juga didukung oleh Radar Cakrawala atau Over The Horizon Radar, yaitu radar yang mencakup seluruh dunia karena penghubungnya adalah atmosfer. Tidak dapat diragukan lagi akurasi dari radar HAARP tersebut. Bahkan saat ini lokasi setiap daerah di bumi dapat diketahui dengan jelas, lebih baik dari satelit karena HAARP masih berada di bawah atmosfer.






Mempengaruhi Pikiran Manusia







Dengan mengirimkan EXTREMELY LOW FREQUENCY (ELF) RADIATION ke otak manusia, HAARP bisa mengontrol mood manusia. untuk lebih jelasnya, lihat teori di spoiler


Pada dasarnya otak besar manusia bekerja pada 1-30 Pulse/Sec-nya. Dan dalam putaran perdetiknya, terdapat frekuensi hertz.
  • Delta (1-4/sec), Keadaan tidur
  • Theta (4-7/sec), Keadaan mengantuk atau baru bangun, dan juga ini merupakan saat otak manusia masih berusia balita.
  • Alpha (7-12/sec), Keadaan Normal dan belajar
  • Beta (tak terhitung), Keadaan Marah atau sedang dalam emosi yang tinggi


Dengan gelombang rendah HAARP, bisa dikatakan manusia dapat dimanipulasi dengan HAARP.



intinya :



HAARP adalah project investigasi yang bertujuan untuk "memahami, menstimulasi,dan mengontrol proses ionospheric yang dapat mengubah kinerja komunikasi dan menggunakan sistem surveilans". Dimulai pada tahun 1992, project ditargetkan selesai dalam 20 tahun kedepan (selesai tahun 2012).

HAARP terletak di Alaska, Amerika Serikat. Lebih tepatnya lagi HAARP berada di Gakona, Alaska (latitude:62.39,longitude:145,15) yang terletak di barat Taman Nasional Wrangell-Saint Elias . Dampak lingkungan yang disebabkan HAARP memicu pernyataan izin untuk array hingga 180 antena yang akan didirikan. HAARP telah dibangun sebelumnya di situs instalasi radar yang bernama over-the-horizon.

HAARP itu bekerja dengan memanaskan ionosphere yang ada di langit sehingga dapat memanipulasi keadaan langit disekitarnya. Dengan kelebihan tersebut, HAARP digunakan sebagai kebutuhan militer.



Banyak penggemar teori konspirasi yang menyebutkan bahwa HAARP dapat menciptakan bencana alam seperti gempa bumi yang didahului dengan munculnya awan berwarna-warni sebagai tanmda bahwa HAARP sedang diaktifkan: 

BENARKAH PENDAPAT ITU?
Berikut penjelasan ilmiah tentang awan berwarna-warni tersebut sebelum munculnya gempa, dikutip dari makalah Bapak Ma'rufin seorang pakar geologi : 
Dalam beberapa gempa, seperti di Sichuan setengah tahun lalu maupun di Samudera Hindia 17 Juli 2006 teramati adanya kilatan cahaya yang berwarna-warni mirip aurora, yang dikenal sebagai earthquake lights/earthquake rays. Fenomena ini sebenarnya sudah teramati sejak lama, bahkan jauh hari menjelang Gempa Tangshan 1976 (gempa paling mematikan dalam sejarah yang membunuh 750 ribu jiwa) pun sudah teramati.

Banyak penjelasan diajukan untuk earthquake lights ini. Satu yang bisa diterima, cahaya itu muncul sebagai akibat adanya peningkatan intensitas ion/elektron di atmosfer lokal menjelang terjadinya gempa, ketika segmen batuan mulai terpatahkan dan bergesekan antar sesamanya.

Jumlah ion/elektron juga semakin meningkat karena retakan-retakan kulit Bumi yang mulai terbentuk menjelang meletupnya gempa menyemburkan gas radioaktif dalam jumlah besar, umumnya Radon, sang pemancar sinar alfa. Sebutir sinar alfa di udara mampu menciptakan 10.000 pasang ion-elektron di sepanjang lintasannya. Sama seperti aurora, tubrukan ion/elektron berlebih ini dengan molekul-molekul udara pun menghasilkan emisi cahaya.

Sementara arus ion/elektron dalam medan magnet Bumi menghasilkan gelombang elektromagnetik dalam spektrum gelombang radio, sebagaimana teramati dalam beberapa gempa. Arus partikel ini sanggup pula mengganggu garis-garis gaya magnet Bumi setempat, sehingga menghasilkan perilaku anomalik pada makhluk hidup yang menggunakan magnet Bumi sebagai panduan navigasinya, misalnya burung. 

BISAKAH HAARP MEMICU TERJADINYA GEMPA?

HAARP alias High-frequency Active Auroral Program memang salah satu proyek Pentagon, hasil kerjasama US Air Force, US Navy, DARPA (Defense Advanced Research Project Agency) dan Univ. of Alaska. Berdiri pada 1993, proyek ini menempati sisi barat Taman Nasional Wrangell-Saint Elias di Gakona, Alaska, dengan tujuan mengetahui, menyimulasikan dan mengontrol proses ionosferik yang barangkali saja bisa digunakan untuk meningkatkan kemampuan telekomunikasi dan surveilans.





HAARP terdiri dari 180 antenna yang meradiasikan 3,981 megawatt ERP (total effective radiated power). Fasilitas seperti HAARP tidak hanya dibangun AS saja. Eropa juga memilikinya, dengan ERP 1 gigawatt yang berpangkalan di 

Tromso, Norwegia. Demikian pula Russia dengan fasilitas sejenis di Vasilsurk, 
yang sanggup menghasilkan 190 megawatt ERP. Dengan berpatokan pada ERP-nya saja, kita bisa lihat HAARP adalah yang terkecil. Seluruh fasilitas ini berada di lingkar kutub utara (Arktik).

Intensitas gelombang elektromagnetik high-frequency yang dipancarkan HAARP ke ionosfer mencapai 3 mikrowatt/cm persegi. Sebagai pembanding, intensitas radiasi elektromagnetik dari Matahari (dalam semua spektrum panjang gelombang) yang sampai ke permukaan Bumi mencapai 0,15 watt/cm persegi atau 50 ribu kali lebih besar. 

Dan marilah kita berandai-andai sedikit : bisakah pancaran sinar Matahari memicu gempa tektonik? Tidak bukan? Dan lantas, bisakah sinyal HAARP yang puluhan ribu kali lebih lemah ketimbang sinar Matahari itu memicu gempa? Kontroversi HAARP sebagai senjata geofisika telah muncul sejak September 1995 

CONTOH SOAL

Luas segmen Simeulue dan Andaman yang terpatahkan dalam bencana gempa disusul tsunami Aceh tahun 2004, sebesar 300.000 km persegi dan total slip 10 m (rata-rata, karena di beberapa tempat mencapai 20 meter), maka gempa ini melepaskan energi sebesar 950 megaton TNT atau 47.500 kali lipat lebih dahsyat ketimbang bom Hiroshima.

Jika kita meyakini bahwa gempa ini bisa dipicu oleh aktivitas aurora/HAARP maupun ledakan nuklir, maka energi minimum aurora/HAARP maupun ledakan nuklir yang dibutuhkan untuk memicu gempa sebesar itu adalah 95 juta megaton TNT. Sebagai pembanding, jika seluruh hululedak nuklir yang ada di Bumi ini dikumpulkan dan diledakkan bersama-sama, energinya paling banter 'hanya' 20.000 megaton TNT.

Di tata surya ini, energi sebesar 95 juta megaton TNT tersebut hanya bisa dibangkitkan oleh satu tumbukan asteroid/komet. Mengapa butuh energi teramat besar? karena efisiensi pengubahan energi ledakan menjadi energi gempa itu sangat rendah, hanya 0,001 %
(Melosh. 1989. Impact Cratering : A Geologic Process).


KESIMPULAN
Dan akhirnya, tak perlulah merasa underestimate berhadapan dengan AS dan
lembaga-lembaganya macam CIA. Dari Tim Weiner dalam CIA : Legacy of Ashes, kita tahu banyak hal konyol bahkan di badan intelejen terbesar di Bumi ini, sampai-sampai untuk mengetahui informasi nomor wahid macam runtuhnya Tembok Berlin mereka harus mendapatkannya dari siaran TV. Dan kekonyolan ini bukan monopoli CIA saja. Tahu kenapa satelit Mars Climate Orbiter dan wahana pendarat Mars Polar Lander lenyap berurutan pada 1999 di Mars? Mereka "hilang" karena NASA gagal mengkonversi hitungan sistem British ke dalam sistem metrik. Kekonyolan yang sama pula membuat satelit Mars Global Surveyor 'hilang' pada 2006.

Sumber : http://back-stabber666.blogspot.com