Tampilkan postingan dengan label Music. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Music. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Januari 2013

Biografi Band Saffar

Biografi dan Profile Band Death Metal Saffar – Teori death metal identik dengan kebrutalan melulu, gugur begitu saja jika kita menyimak deathmetal yang diusung dan disajikan band ini. Kecuali font band mereka yang memang didesain untuk merepresentasikan musik Saffar, selebihnya mereka menyuguhkan warna berbeda dibanding band deathmetal kebanyakan.

Simak empat lagu mereka yang terangkum dalam CD promo yang penjualannya disatupaketkan dengan rilisan kaus Fuck Your Orde Seclorum. Musik yang mereka sajikan memang tak ada beda dengan deathmetal yang banyak dimainkan band-band asal Ujungberung, tempat asal mereka tumbuh. Namun, dari segi lirik, lagu-lagu Saffar sangat kental bernapaskan Islam. Mulai dari singel pertama Gorok Zionis hingga Samiri Jilat Bumi, Saffar telah memposisikan diri sebagai band deathmetal dengan ideologi berbeda.
Mereka sadar pemilihan jalan ideologi seperti itu membawa konsekuensi tertentu. Salah satunya tudingan ideologi musik yang diusung Saffar telah melenceng karena tak mengumbar kebrutalan secara total. “Tapi, kami anggap tudingan seperti ini sebagai hal wajar. Kami yakin setiap pilihan memili konsekuensi masing-masing,” tutur Ramon, basis Saffar.
Namun pada akhirnya, kualitas musiklah yang banyak menentukan sudut pandang khalayak. Seperti band lain yang lahir di Ujungbronx, Saffar menyuguhkan deathmetal yang tipikal. Hanya saja mereka membalutnya dengan energi yang lebih frontal.
Daya tarik utama Saffar, terutama di atas panggung, terletak pada permainan bas Ramon. Ia memainkan bas enam dawai dengan teknik totally taping. Gaya permainan bas yang mungkin hanya ada satu di antara ratusan band deathmetal yang lahir dan besar di kota kembang.
Tak heran bila permainan Ramon banyak mengundak decak kagum. Salah satu pengakuan atas kualitas permainan bas Ramon datang dari Bleeding Corpse. Band deathmetal garda depan asal Ujungbronx ini sempat meminjam Ramon saat menggelar gigs di Medan, Mei 2011.
Embrio Saffar sendiri lahir ketika inisiatif Gilang a.k.a Acil dibuahi kesepakatan dari Miko, Rezi, dan Fariz, untuk menjalin konfigurasi sebuah band deathmetal. Konfigurasi itu menjadi lengkap ketika Andriz dan Garung turut bergabung.
Namun, langkah Saffar sempat goyah ketika Miko memutuskan undur diri. Sementara Rezi fokus melanjutkan propaganda hidup bersama Auticed dan Fariz menempuh jalan hidup dengan menggarap proyek bernama Lumpur. Sedangkan Garung teguh mencurahkan konsentrasi buat Inquisisi.
Beruntung, keluarnya tiga personel tersebut tidak membuat Gilang dan Andriz kehabisan spirit untuk terus mengibarkan bendera Saffar. Sampai kemudian muncul sosok antitesis bernama Parjo. Formasi sebagai sebuah band makin solid ketika Ramon dan Iyenk ikhlas mengenakan atribut keislaman dalam balutan propaganda bernama Saffar.

Biografi Purgatori

PURGATORY adalah sebuah grup musik Death Metal asal Jakarta, grup musik ini dibentuk pada tahun 1994 oleh Lutfi sang gitaris bersama dengan adik kandungnya yaitu Al yang memainkan drum. Lirik yang dibawakan oleh Purgatory adalah berkisar tentang ajaran agama Islam, perang Uhud, kematian, dan lain-lain. Awal terbentuknya mereka sering membawakan lagu Obituary dan Sepultura. Baru sekitar tahun 2002 mereka memutuskan untuk menggunakan topeng dan penambahan personil seorang DJ.

Sejarah

Pada awal terbentuknya band ini ditahun 1991 mereka hanya sekedar iseng, dengan beranggotakan 4 orang yaitu Hendrie (bass,Vocal), Lutfi (Gitar),Al(Drums), Arief (gitar), dgn warna musik crossover kemudian band ini semakin serius kiprah nay di metal scene jakarta, dan dengan proses pergantian personil, sampailah mereka membuat mini album pertama berjudul "Abyss Call"

Kontroversi Nama Band

Nama PURGATORY diambil dari salah satu film horor yang berjudul A Nightmare on Elm Street dengan ikon horror nya yaitu Freddy Krueger. Purgatory sendiri di kamus berarti 'tempat penyucian dosa'. Yang bagi pengertian Islam berarti, neraka 'WAIL', yaitu neraka tempat orang2 berdosa (sebelum mereka boleh masuk surga) tapi masih ada iman kepada ALLAH SWT di hati nya. Ini di pelajari dari surat AlMa'uun, ayat "Fa wailul lil musholliin...."

Pada september tahun 2002 band ini sudah mulai aktif lagi membuat lagu dan pada saat itu baru ada 3 lagu. Purgatory sempat juga membuat video klip dengan dana kolektif. Dengan formasi baru Al, Lutfi, Amor, Die, Nti, Buday. Band ini pun sempat bikin single dari 3 lagu itu dan single itu dikasihkan ke Rony dan ternyata lagu tersebut banyak sekali kekurangan, yang hasilnya kurang bagus dan harus take ulang lagi, sembari membuat materi lagu baru. Kesemua aktivitas itu dilakukan di Home Studio Ronny.

Ditahun 2003 kemudian aliran musik yang dibawakan adalah metal tapi metal yang dalam arti pendewasaan seperti yang kalian dengar di album terbaru kami 7:172, berbeda dengan yang sebelumnya, jelas Lutfi. Album Purgatory sekarang dibawah label ZR Production dan titip edar di Sony Music Indonesia. 


 Logo Ambigram Purgatory


Band ini, telah mengganti logo lamanya menjadi logo ambigram, yaitu suatu seni kaligrafi teks/huruf dimana gambar yang dihasilkan bukan hanya bisa dibaca dari satu arah, tetapi dari arah sebalikanya. Ambigram Purgatory ini dibuat oleh Thovfa Cb dari studio EndOneStuff.
Dalam album Ambang Kepunahan 1999, cover album didesign pula oleh Thovfa, cover album tersebut merupakan karya pertamanya dalam mendesign cover album, draft cover tersebut sudah ada sejak tahun 1996, dan baru disempurnakan setelah mendapat kabar bahwa Purgatory terpilih untuk merilis full album pertama oleh Rotorcorp. Sejak itu seluruh design cover album, art, logo, merchandise, body paint seluruhnya di percayakan kepada Thovfa Cb.

Anggota

Anggota terakhir
• L.T.F - Gitar
• Al - Drum
• Madmor - Vokal
• Bone - Bass
• Sandman - Vokal
• D'Jackal - DJ/ Sampling/ Programming
• BadArt - Gitar



Diskografi

Album
• Abyss Call (EP, 1994)
• Metalik Klinik I kompilasi - (Rotorcorp Recs, 1998)
• Ambang Kepunahan - (Rotorcorp Recs, 1999)
• 7:172 Album - (Sony Music Indonesia, 2003)
• Metaloblast kompilasi - (Morbid Noise Recs, 2004)
• OST Gerbang 13 - (dE Recs 2005)
• Revolution of Sounds kompilasi - (Sony Bmg Indonesia, 2005)
• Planet Rock kompilasi - (Sony Bmg Indonesia, 2005)
• The Art of Metal kompilasi - (Alfa Recs, 2006)
• Beauty Lies Beneath - (Dragdown Records 2006)

Trivia

Pertama kali dibentuk Purgatory adalah band Death Metal, kemudian mereka merubah arahan lagunya menjadi aliran Nu Metal.
Pada album EP Abyss Call 1994, gambar sampul album dibuat oleh Arya vokalis Jumbo Jet.
Lutfi dan Al pernah menjadi model video klip Gigi (band) dalam lagu "Oo...Oo...Oo...", mereke berperan sebagai musisi yang sedang diaudisi oleh Gigi.
Mereka menambahkan kalimat purgatorymogsaw adalah kepanjangan dari Messenger of God Sallallaahu Alayhi Wasallam (M.O.G.S.A.W.) yaitu sebuah kalimat tambahan akhir pada nama nabi Muhammad.

Metal Satu Jari

mereka membuat suatu organisasi untuk berdakwah lewat beragam genre musik.
 
JAKARTA – Lapangan Bulungan, Jakarta Selatan, berselimut hitam. Para pria berbaju gelap memadat di sana. Di depan, sebuah panggung besar berdiri megah dengan membentangkan poster besar bertuliskan ‘Approach Deen, Avoid Sins’.
Sesekali terdengar teriakan lantang menggemuruhkan asma Allah. ”Allahu Akbar, Allahu Akbar”. Serentak pula, mereka bersama menegakkan telunjuk dan mengarahkannya ke atas langit.
Tabligh akbar? Maaf, tebakan Anda salah. Karena setelah teriakan lantang itu, kita akan disuguhi lagu-lagu kencang, bahkan bisa dibilang garang. Hari itu, sekitar 14 band berkumpul di Bulungan. Di antara beragam genre musik yang ikut serta, band metal tampak mendominasi. Di sana, Tengkorak, Purgatory, The Roots of Madinah, hingga Qishosh menampilkan aksinya.
Namun, berbeda dengan stigma yang kerap menyertai kelompok itu, mereka justru menyuarakan antitesis. ”Tujuan kami hanya membuat pilihan. Sebuah pilihan yang benar ketika saat ini pilihannya cuma satu, yaitu setan semua,” ucap Ombat atau Mohammad Hariadi Nasution, vokalis band Tengkorak yang berdiri sejak tahun 1993 ini.
Berawal dari acara Urban Garage Festival yang memberikan uang hasil penjualan tiket dan merchandise untuk dana kemanusiaan Palestina itu, Ombat dan teman-teman sepakat mengadakan acara metal yang beda. Sebuah konser musik dengan muatan syiar yang sangat kental di sana.
Awalnya, acara tersebut hanya diikuti beberapa band. Namun, setelah dipublikasikan, band-band berpikiran serupa untuk turut terlibat. ”Satu hal yang saya petik, begitu memasyarakatnya alkohol hingga kami tidak tahu band-band itu di jalur yang sama dengan kami,” ungkap Bonty Umbara, Purgatory.
Cibiran tak urung mereka terima karena dianggap melawan arus. Dunia  underground , khususnya metal, memang identik dengan minuman keras, seks bebas, narkoba, hingga penyembahan setan. Bonty tak menyangkal hal tersebut. ”Bohong jika ada yang bilang metal itu jauh dari  drugs dan alkohol, tetapi tidak semuanya seperti itu saat ini,” ungkap Bonty yang juga kakak dari Anggi, personel Purgatory.
Anti-kemapanan
Sutradara video klip dan film pendek ini juga sempat bingung melihat pakem metal yang menolak kemapanan dan sistem. Anehnya, mereka justru menciptakan sebuah sistem yang memuja minuman keras, seks bebas, dan. ”Metal yang tadinya militan, saat ini tidak lagi militan karena  kecemplung ke dunia hedonis. Kami ingin membuat metal menjadi militan lagi, tapi militan yang benar,” tambah Ombat.
Bagi Bonty, acara ini dibuat bukan sekadar untuk mengubah wajah metal atau dunia  underground , tetapi juga mencoba untuk menyadarkan anak-anak muda yang mulai mengenal metal untuk tidak terjerumus ke dunia kelam yang pernah mereka lakoni. ”Kami hanya ingin menyelamatkan masa depan anak-anak ini. Moral bangsa bisa rusak kalau anak mudanya jauh dari agama,” ungkapnya.
Maka, satu-satunya cara untuk menjauhi hal-hal itu adalah dengan kembali ke fitrah, yaitu Islam. ”Bukan kami band-band ini yang melarang, tetapi Islam yang mengharamkan,” tutur Bonty dengan nada tegas.
‘Misi’ itu juga yang menghadirkan ‘salam metal’ yang berbeda. Bukan dua tiga jari seperti dulu, melainkan satu jari.  Namun, kata Ombat, ”Salah kalau dibilang komunitas metal satu jari, yang benar salam satu jari.  Lha wong yang ikut bukan hanya metal, ada rap, rock, serta  grind core .”
Di mata Luthfi, anggota komunitas Punk Muslim, acara seperti inilah yang ia tunggu. Komunitas yang dibentuk oleh almarhum Budi Choiruni alias Buce ini berupaya mengajak anak-anak punk yang sebagian besar Muslim untuk kembali ke Islam.
Selama ini, diakui Luthfi, anggota Punk Muslim sangat sulit menembus hati kawan-kawan lain yang beraliran punk. ”Punk ya punk, Muslim ya Muslim,  ngapain dicampur aduk  sih ,” ujar Luthfi menirukan ucapan kawannya.
Namun, tak ada kata menyerah untuk melangkah ke jalan kebaikan. Seperti diungkap Tufail Al Ghifari, pentolan The Roots of Madinah, ”Kita semua memiliki visi dan misi yang sama, menggunakan musik sebagai media untuk menyadarkan anak-anak muda.”
Dakwah Jalur Lambat
Band metal yang dekat dengan segala stigmanya membuat gelisah Mohammad Hariadi Nasution alias Ombat, vokalis band Tengkorak yang beraliran  grind core . Dia pun sempat menelaah secara mendetail tentang sejarah musik metal yang dekat dengan segala ‘racun dunia’ itu.
Berdasarkan studinya, konsep satanisme ataupun penyembahan setan dalam lirik maupun saat tampil di panggung hanyalah ‘kreativitas’ dari para band-band metal terdahulu.
Lantaran band metal terus berkembang dan makin banyak, sebagian orang pun ‘memelintirnya’ sehingga menganut paham seperti itu. ”Ini sebenarnya penjajahan cara baru yang digunakan zionis dan kaum sekuler untuk menjauhkan anak-anak muda dari agama,”ungkap Ombat.
Setidaknya, ini terbukti ketika mereka membuat konser tersebut, tapi justru menuai caci maki. ”Mereka mencaci maki kami yang berusaha mendekatkan kawan-kawan dengan Islam, padahal mereka sendiri Islam. Ini terbukti kalau mereka lebih mengerti metal daripada agamanya sendiri,” tuturnya.
Akhirnya, setelah dikorelasi dan dipelajari, ia dan kawan-kawan yang tergabung dalam komunitas ‘Salam Satu Jari’ memutuskan tidak lagi mengangkat dua jari, tetapi satu jari. Bagi Ombat sendiri, makna satu jari lebih kepada ketauhidan. ”Salam satu jari intinya kita selaku umat Muslim selalu ingat akan Allah Yang Maha Esa,  laaillaha illallah , bahwa kita hanya membela Islam tidak yang lain,” ujarnya.
Untuk Andri S, yang memiliki nama panggung Salameh Hamzah, konser musik yang mereka lakukan bisa dibilang dakwah jalur lambat. ”Cara seperti ini tak bisa langsung mengena, tetapi secara bertahap,” ungkapnya.
Bagi Ombat, hanya dengan cara inilah mereka bisa menyadarkan kaum muda underground dari segala pengaruh buruk. Bila suara pemuka agama tidak lagi didengar, sudah saatnya mereka sendiri yang harus bergerak. ”Sebenarnya ini strategi perang ideologi dan musik menjadi wadah untuk melawan sekaligus bertahan,” pungkasnya.
[republika]

Rabu, 30 Januari 2013

Suicide Silence ( Profile & Official Clip )


 Suicide silence didirikan pada tahun 2002 di Riverside, California. Band ini tampil pertama kali di area lokal di Riverside dan pada waktu itu, line-up terdiri dari Chris Garza dan Rick Ash sebagai gitaris, Mike Bodkins sebagai bassist, Josh Goddard sebagai drummer dan dua vokalis, Mitch Lucker dan Tanner Womack. Tak lama setelah penampilan pertama mereka, Womack dipecat dari band dan mereka merilis demo pertama mereka pada tahun berikutnya. Mereka merilis demo kedua mereka pada tahun 2003. Setelah penggantian Josh Goddard pada tahun 2004, band ini lebih serius dalam memlih personil dan tidak lagi dianggap sebagai proyek sampingan. Mereka kemudian merekam demo ketiga mereka dan terakhir pada tahun 2005. Setelah di tahun 2005, band ini merilis album publik pertama mereka yang berjudul, Suicide Silence EP yang dirilis di Inggris melalui Third Degree Records dan kemudian kembali dirilis melalui label Inggris  Deep End Records dan di Amerika Serikat melalui SOS Records.

Berikut ini adalah Official Video Clip ( Unanswared ) yang pernah menjadi Hits mereka + Lyric :
 
How much must I curse your name
And put your beliefs to shame
Before you prove yourself
And end this life?

End this life

And I'll say a fucking prayer
Because I know it won't be answered

Where is your god? (2x)
Where is your fucking god?

And even though I don't believe in you
I pray for the day (2x)
That you end this life

So please
Take me
Away

I want the hand of god
To come and strike me down (2x)

Where is your god? (2x)
Where is your fucking god?

For all the prayers that go unanswered (2x)
Why do you think that is?
For the families that waste their time
Open your eyes

And all your prayers will go
Unanswered
Why do you think that is?
For the families that waste their time
Open your fucking eyes